Pendukung Perppu Ormas Kok Sama Dengan Pendukung Penista Agama?


partai pendukung perppu ormas


Mujahid 212 - Hingga hari ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum memutuskan apakah menerima atau Partai menolak Perppu 0rmas. Padahal, biasanya urusan penerimaan atau penolakan Perppu ini berlangsung sangat cepat karena terkait dengan situasi kegentingan.

Anehnya, meski dianggap suasananya genting, pihak DPR justru mengulur-ulur waktu untuk mengambil keputusan. Tampak sekali DPR mengalami dilema, terlebih lagi ketika ada seruan di masyarakat untuk tidak mendukung/memilih partai politik yang mendukung Perppu ormas. Parpol pendukung Perppu makin galau.

Ketika Aksi 299 berlangsung, kekuatan pendukung dan penolak Perppu terbaca. Penolak Perppu tak bergeser dari konstalasi politik saat Pilkada Jakarta, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat-meski yang terakhir ini agak malu-malu. Sementara yang mendukung Perppu adalah mereka yang ketika Pilkada Jakarta mendukung si penista agama yakni Ahok. Partai itu adalah PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, PKB, dan PPP.

Bagi para pendukung Perppu, mereka sangat khawatir kehilangan suara para pemilih masyarakat. Di sisi lain, mereka sebenarnya tahu bahwa isi Perppu ini bermasalah dari sisi formil (prosedural) dan materiil (isi) tapi mereka terikat kontrak mendukung pemerintah Jokowi. Inilah yang terungkap dari seorang ketua umum sebuah partai politik berbasis massa lslam pendukung pemerintah.

Maka mereka mencari celah agar beban itu tidak jatuh kepada mereka. Caranya, di antaranya adalah menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan menerima Perppu dengan memberikan catatan. Akankah konstelasi itu tetap bertahan seperti itu dan partai politik pendukung Perppu menutup mata terhadap ketidakberesan Perppu 0rmas? Ataukah partai politik menempatkan kepentingan rakyat dan kewarasan akal sehingga sepakat menolak Perppu?

Sumber:
Media Umat Edisi 206

loading...