Soedarmo Gelagapan dan Mengarang Bebas Soal HTI, Netizen Geli




Mujahid 212 - Pelajaran penting bagi bangsa Indonesia dan generasi muda "Jangan pernah mengambil keputusan/kebijakan hanya berlandaskan materi di Internet". Itulah yang dicontohkan perwakilan dari kemendagri, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo pada acara Dua Sisi TV One yang digelar tadi malam, Rabu (26/10) bertema UU Ormas Mengancam Demokrasi.

Acara diskusi yang menghadirkan Soedarmo, Perwakilan Kemendagri, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto, Anggota DPR F-Gerindra Riza Patria, dan Anggota DPR F-Nasdem Johny G Plate berangsung ramai dan tegang.

Momen yang menjadi sorotan netizen saat acara itu di streamingkan ulang di fanspage "Berita Islam" banyak komentar lucu dan nylekit terkait pernyataan mengarang bebas tentang tahapan dakwah HTI.

"ada enam langkah, enam metode, yang dilakukan HTI itu dari mulai tahap pertama sampai tahap ke enam, sampai tahap terakhir perebutan kekuasaan" Ujarnya.

Hal ini sontak dianggap aneh oleh Ust. Ismail Yusanto,

"Dimana?, Dimana?... Itulah masalahnya!, tidak pernah ada yang klarifikasi ke HTI, sehingga data-data itu adalah data-data subjektif" Ujarnya.

Tak terima dengan balasan itu, Soedarmo menimpal,

"Kita ada, kita ada data"

Momen ini lah yang disebut-sebut oleh netizen sebagai momen mengarang bebas. Dengan ucapan yang terbata-bata, Soedarmo mengajarkan kita bahwa mengambil kebijakan dalam skala nasional tanpa ada klarifikasi dari pihak yang tertuduh adalah suatu keanehan dan akan menimbulkan rasa malu saat publik tahu. Terlebih di era keterbukaan seperti saat ini.

Bahkan menurut Ust. Ismail Yusanto hingga kini tidak pernah ada klarifikasi terhadap HTI, dan bahkan surat pembubaran pun tidak pernah ia terima. []



loading...