BPJS Kesehatan Tekor Rp 9 Triliun, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan



Mujahid 212 - Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melaporkan defisit yang mencapai Rp 9 triliun ke Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pekan lalu. Defisit tersebut muncul akibat timpangnya penerimaan dari iuran peserta dengan beban jaminan kesehatan yang harus ditanggung.

Keanggotaan di BPJS Kesehatan terdiri atas, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI) yang termasuk fakir miskin dan orang tidak mampu, Non PBI yang termasuk PNS, TNI, Polri, pegawai swasta, pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja atau peserta mandiri. Sampai saat ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan mencapai 183 juta dantl hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 185 juta.

Baca Juga: Dulu BPJS untuk Ringankan Masyarakat, Eh Sekarang kok Dibalik?

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menilai persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tengah mengalami defisit harus diselesaikan demi masyarakat Indonesia. “(Persoalan) ini harus diselesaikan demi semua masyarakat,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (7/11).

Yang penting ia meminta peserta JKN-KIS menjaga kesehatan supaya tidak sakit. Karena kalau sudah sakit mereka pasti berbondong-bondong meminta untuk mendapat pengobatan. Selain itu, pihaknya juga akan mencoba upaya pembenahan di segala sisi termasuk efisiensi operasional rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan “Semua sisi (mengurangi defisit BPJS Kesehatan) harus dilakukan,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga diminta melakukan efisiensi agar defisitnya tak melebar. Akan tetapi efisiensi dilakukan tanpa mengurangi mutu pelayanan BPJS Kesehatan. []Rci

loading...