Kado Akhir Tahun 2017, Jasa Marga Naikkan Tarif 7 Ruas Tol


ruas tol

Mujahid 212 - Jelang akhir tahun 2017, salah satu operator jalan tol, yakni PT Jasa Marga (Persero) mengusulkan kenaikan tarif di tujuh ruas tol yang dikelolanya, termasuk tol dalam kota Jakarta. Tarif tol di ruas tersebut akan naik dikisaran 7%.

Rencana Jasa Marga ini sudah disampaikan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

“Sesuai regulasi, tarif tol naik setiap dua tahun sekali disesuaikan dengan inflasi. Jadi, tujuh ruas itu sudah kami usulkan ke BPJT, ” kata VP Divisi Operation Management Jasa Marga Raddy R Lukman di Jakarta, di akhir pekan ini yang dirilis laman inilah.

Tujuh ruas yang diusulkan tarifnya naik adalah Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa), Tol Cipularang, Tol Purbaleunyi, Tol Palikanci (Palimanan-Kanci), Tol Semarang ABC dan Tol Surgem (Surabaya-Gempol).

Kata Raddy, sebenarnya ada tiga ruas lagi yang tarifnya harus naik yakni Tol Jagorawi, Tol Janger (Jakarta-Tangerang) dan Tol JORR. “Tol Jagorawi dan Janger tidak diusulkan karena sudah disesuaikan bersamaan dengan program integrasi. Sedangkan Tol JORR sedang dievaluasi oleh BPJT untuk kepentingan yang sama, ” ujar Raddy.

Ditanya berapa kenaikan tarif dari tujuh ruas tol tersebut? Dia mengatakan, sesuai data inflasi dua tahun terakhir, besaran kenaikannya sekitar 7%. “Ya plus minus sekitar tujuh persen, ” kata Raddy.

Raddy menambahkan, proses persetujuan usulan kenaikan tarif tersebut didahului oleh evaluasi BPJT terhadap pemenuhan aspek Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada ruas tol tersebut. “Setelah semuanya ok, baru SK Tarif oleh Menteri PUPR dikeluarkan, ” katanya.

Raddy berharap, SK kenaikan tarif sejumlah ruas tol tersebut tuntas bulan ini. “Karena jika mengacu sebelumnya per 1 November,” jelasnya. []Swamedium

loading...