Kualat! Sesepuh NU Bangil, KH. Nur Kholis tidak Didengar Pendapatnya oleh Banser


KH. Nur Kholis Bangil

Terbayang bagaimana susah payahnya kyai Nur Kholis berjalan dengan tongkat sambil tertatih tatih namun beliau tidak didengar pendapatnya, bukankah beliau itu ulama?

Mujahid 212 - Ketika suasana sedang riyuh karena penghadangan dari salah satu ormas yang sudah terkenal akan kebiasaannya, datanglah kyai sepuh Nur Kholis dengan tertatih-tatih berjalan memakai tongkat dan di pegangi oleh seseorang yang mungkin khawatir akan kondisi beliau.

Beliau lalu duduk dan menenangkan jama'ah yang ada di dalam masjid manarul islam.

Beliau awali dengan memperkenalkan diri sebagai kyai aswaja dari jatim yang mengharap akan kedatangan ust felix siauw untuk berbagi tsaqofah islam kepada masyarakat bangil. Namun apa daya keadaan masih belum tenang di luar sana.

Beliau menyatakan kagum dengan sosok ust Felix Siauw karena beliau adalah seorang yang dulunya orang non muslim, bahkan beliau sempat berujar bahwa beliau ingin menyematkan nama abdullah atau muhammad atau ahmad jika ust felix jadi datang di masjid dan mengisi kajian. Mungkin karena beliau memang memang menyayangi sosok ust mantan non muslim ini.

Setelah beliau selesai menenangkan jama'ah beliau lalu kebelakang panggung dan tidak muncul lagi didepan para jama'ah.

Setelah mendengar klarifikasi dari ust felix melalui streaming, beliau (kyai Nur Kholis) yang sudah sepuh ternyata menyempatkan datang ke sidogiri untuk menemui ust Felix yang tengah bernegosiasi dengan perwakilan ormas yang menghadang acara.

Dari video streaming yang disampaikan ust Felix, kyai Nur Kholis menuju kesana guna menjadi penengah, namun beliau tidak di indahkan pendapatnya oleh ormas penghadang acara, dan tetap pada keputusan bahwa ust felix tidak boleh mengisi kajian di masjid manurul islam, bahkan hanya untuk berpamitan saja tidak diperbolehkan.

Terbayang bagaimana susah payahnya kyai Nur Kholis berjalan dengan tongkat sambil tertatih tatih namun beliau tidak didengar pendapatnya, bukankah beliau itu ulama? []Jady

loading...