Tercyduknya Nibras Nada: Wartawan Kompas yang Ternyata Ahoker Gagal Move On





Mujahid 212 - Nibras Nada, demikian nama jurnalis Kompas yang mendadak tenar karena mendapat serangan telak dan mematikan dari seorang warganet.

Nibras Nada tentu tak menyangka, tulisannya kemarin tentang banjir di kawasan Jalan Padang dan Kompleks IKPN Bintaro berbuah serangan mematikan dari Taufik Rendusara, seorang netizen kritis bernama akun topelucky, serta dari beberapa bukti yang menangkal berita yang dibuatnya.

Taufik dengan tajam mengkritisi tulisan Nibras yang berjudul "Maaf-maaf Ya, Waktu Zaman Pak Ahok Enggak Pernah Banjir...". Taufik dengan keras menuding tulisan Nibras tak valid. Nibras pun tak terima. Ia menegaskan, tulisannya berdasarkan 2 orang narasumber yang bisa dicek pernyataannya. Nibras bahkan menantang netizen untuk membuat berita tandingan.

Taufik pun menjawab bahwa ia tinggal di Kompleks IKPN Bintaro, bahkan mengenal narasumber yang disebut Nibras. Taufik juga membongkar kedok narasumber Nibras yang ternyata hendak menjual rumahnya, maka menurut Taufik, Pal menyebut rumahnya tak pernah kebanjiran.

Ya saya tahu Pal tinggal dimana, mau dijual rumahnya, makanya bilang gak banjir 5thn. Masjid di IKPN itu Masjid Al Ikhlas bukan Jami.

Mendapat patahan beritanya yang mematikan, Nibras pun memilih mlipir dan menyerah. "Oke Mas. Berarti dari jaman dulu, banjirnya tetap ya belum ada perubahan...", tulisnya.

Pelurusan berita Kompas oleh warga sekritis Taufik, memicu netizen mencari tahu jatidiri Nibras. Rupanya, Nibras seorang pendukung Ahok.

Jejak digital menunjukan mbak ahoker sejati. Masih gagal move on?
Dalam sebuah statusnya bahkan dia pernah bernazar akan potong cepak bila Ahok menang. Swipe! .




Semoga banyak lagi anak bangsa seperti saudara TAUFIK RENDUSARA yg berani menentang dan membongkar pemberitaan hoax dari media media pendusta.

Sumber:


loading...